Enam ratus meter yang kutempuh dari rumah kos, menuju kampus,
tidak mampu kujadikan alat pengelak rindu
kemana pun aku melangkah, jika aku sendiri, bayanganmu selalu membelai pikiranku yang kosong,
hati yang tenang, kemudian membuatku merasa menjadi perempuan paling sial dalam masalah asmara.
berkali-kali kucoba memutar musik di kepalaku, agar bayanganmu yang bandel itu lekas pergi dari tempat yang tak bisa lepas dari hidupku ini.
kemudian lagu yang semalam kuputar berulang-ulang (dalam rangka mengingat masa ketika keberadaanmu masih bisa kurasakan) berputar dengan keras dan bertubi-tubi.
Ah, sial! Itu adalah lagu yang masuk dalam list lagu melow yang enak untuk didengarkan di atas kasur menjelang tidur atau ketika mendung merundung langit Ciputat.
Aku sudah sampai di depan air mancur gedung rektorat. Suara airnya mampu menyamarkan lagu sialan itu. Kemudian kuputuskan untuk lari karena aku terlambat lima menit dari jadwal mata kuliah pertama, juga untuk mencegah lagu itu berputar lagi di kepalaku.
Ciputat mendung hingga siang ini, mendung sisa kemarin sore..
dan sekuat tenaga aku tidak mampu mengusir bayanganmu dari kepalaku
Kuliah yg bener yun
BalasHapus