Terima kasih,
atas kehadiranmu dalam tiap sepiku
yang mungkin saat-saat itu merupakan kesepianmu juga
andai saja aku memiliki kemampuan menolak kehadiranmu
sudah pasti kulakukan itu sejak awal perkenalan kita
tetapi, bagaimana mungkin aku menolak ketika doaku terkabulkan
oleh Tuhan?
---
suatu masa, waktu-waktuku kembali sepi
hanya engkaulah penawar sepi itu sendiri
aku menjelma menjadi perindu
dan merasa paling sengsara
sebab kau tak pernah datang ketika kusebut namamu dalam setiap
rintihanku.
----
Ciputat,
18 November 2018
Note from A to B
Komentar
Posting Komentar