Note From A to B #1



Terima kasih,
atas kehadiranmu dalam tiap sepiku
yang mungkin saat-saat itu merupakan kesepianmu juga
andai saja aku memiliki kemampuan menolak kehadiranmu
sudah pasti kulakukan itu sejak awal perkenalan kita
tetapi, bagaimana mungkin aku menolak ketika doaku terkabulkan oleh Tuhan?
---
suatu masa, waktu-waktuku kembali sepi
hanya  engkaulah penawar sepi itu sendiri
aku menjelma menjadi perindu
dan merasa paling sengsara 
sebab kau tak pernah datang ketika kusebut namamu dalam setiap rintihanku.
----
                          Ciputat, 18 November 2018
                          Note from A to B


Komentar